Kamis, 19 April 2018

UTS Kapita Selekta Pendidikan Kimia

Nama : Fitriani
NIM : ACC 115 016
Mata Kuliah : Kapita Selekta (UTS)

Soal :
Buatlah sebuah tulisan mengenai salah satu dari topik berikut (Lihat pada gambar)!
Tulisan berisi keprihatinan anda pada persoalan pembelajaran kimia (ada rujukan atau pengalaman). Apa upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi persoalan pembelajaran kimia tersebut ? berikan ide/gagasan/saran anda terhadap upaya tersebut.

Jawaban :
Menurut saya, dari gambar diatas topik yang saya pilih yaitu “Kurikulum Pembelajaran Kimia” Saya prihatin pada persolaan pembelajaran kimia dengan menggunakan kurikulum terbaru yaitu contohnya kurikulum 2013, sebenarnya kurikulum 2013 itu baik untuk diterapkan. Tetapi, karena pada kurikulum 2013 peran guru sangat-sangatlah kurang, siswa dituntut lebih aktif mencari sendiri informasi-informasi terkait pembelajaran. Seperti yang kita ketahui pada zaman sekarang, siswa sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitar dan gadget yang mereka gunakan, anak dari yang masih kecil hingga yang dewasa kebanyakan menggunakan gadget itu banyak disalah gunakan seperti melihat gambar/video yang tidak selayaknya dilihat pada anak dibawah umur. Dan pada kurikulum 2013 anak dituntut mencari informasi sendiri dari buku maupun handphone. Jadi, menurut saya lebih baik menggunakan kurikulum yang terdahulu, karena disitu akan lebih efektif dalam menunjang proses belajar mengajar. Kita lihat pada zaman 1990an banyak anak yang cerdas karena didikan guru yang tegas. Dibandingan zaman sekarang, banyak siswa yang berani melawan guru seperti yang kita lihat berita-berita di televise ada siswa yang memukul gurunya hingga tewas. Karena hanya ditegur oleh guru pada saat jam pelajaran, moral mereka sangat-sangatlah kurang. Pada zaman dulu tidak ada siswa yang berani melawan guru, guru memarahi siswa hanya saja untuk mendidik moral mereka supaya lebih terbangun, tetapi dengan begitu siswa akan mempunyai moral yang lebih baik, mau menghargai orang lain. Sangat berebeda dengan siswa masa kini, ditegur guru sedikit sudah lapor keorang tua.
Pada kenyataannya penilaian berdasarkan Kurikulum 2013 pada awal penerapannya belum terlaksana sepenuhnya sebagaimana diharapkan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan di satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2013, teridentifikasi bahwa permasalahan utama dalam implementasi kurikulum 2013 adalah pada penilaian hasil belajar peserta didik. Berikut beberapa pendapat yang disampaikan sebagian besar pendidik terkait dengan penilaian:
Penilaian sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2) sulit dilakukan, karena untuk setiap Kompetensi Dasar (KD) tiap peserta didik diasumsikan harus dinilai pada semua mata pelajaran menggunakan berbagai teknik (observasi, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar teman) oleh semua pendidik.
Pada penilaian pengetahuan dan keterampilan masih banyak pendidik yang belum terbiasa menggunakan beberapa teknik penilaian, seperti portofolio dan proyek.
Pendidik kesulitan dalam penilaian menggunakan angka dengan skala 1-4 dan masyarakat kurang memahami makna nilai hasil belajar - contoh nilai 2,31 - dari suatu mata pelajaran.
Pengisian laporan hasil belajar (rapor) Kurikulum 2013 secara konvensional memerlukan tenaga, waktu dan kertas yang banyak. Sedangkan penerapan e-rapor masih sulit dilakukan.
Penilaian kehilangan makna sehingga sulit digunakan untuk pembinaan dan perbaikan pembelajaran.
Untuk mengatasi persoalan pembelajaran kimia yang terjadi diatas, menurut saya antara lain yaitu :
Memperhatikan kondisi tersebut di atas dan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan secara berkelanjutan mutu Kurikulum 2013, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui direktorat teknis terkait menyusun panduan penilaian. Salah satu panduan tersebut adalah panduan penilaian untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Panduan ini disusun oleh Direktorat Pembinaan SMA, bersama Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk). Diharapkan panduan ini dapat memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan untuk mengantarkan peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditetapkan meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Penilaian untuk SMA ini disusun untuk memfasilitasi:
Pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Pendidik dan satuan pendidikan dalam mengolah, memanfaatkan, dan menindaklanjuti hasil penilaian, serta menyusun laporan hasil belajar peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Kepala SMA dan pengawas SMA untuk menyusun program dan melaksanakan supervise akademik di bidang penilaian.
Orangtua dalam memahami penilaian dan membantu peserta didik meningkatkan kompetensi.
Penilaian untuk SMA ini diperuntukkan terutama bagi:
Para pendidik SMA sebagai rambu-rambu dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian, mengolah hasil penilaian, memanfaatkan dan menindak lanjuti hasil penilaian, serta membuat laporan hasil belajar peserta didik (rapor).
Satuan pendidikan sebagai  rambu-rambu dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian akhir dan ujian satuan pendidikan, mengolah hasil penilaian/ujian, memanfaatkan dan menindak lanjuti hasil penilaian/ujian.
Kepala SMA dan pengawas SMA sebagai salah satu bahan untuk menyusun dan melaksanakan program pembinaan melalui supervisi akademik.
Masyarakat/pemerhati pendidikan

Dan juga dengan vasilitas yang memadahi untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar, seperti yang kita ketahui mata pelajaran kimia itu sangatlah abstarak. Sebagai guru kita harus pintar-pintar menggunakan vasilitas yang ada dan memadahi. Contohnya atom, atom kan sangat-sangatlah kecil dan tidak tampak oleh mata, kita sebagai guru harus pintar mengadaikan atom itu seperti bola, bisa kita gambarkan. Dengan begitu siswa yang mulanya tidak ingin belajar, segingga ingin tertarik untuk belajar, karena ada gambar seperti bola. Jadi sebagai seorang guru haruslah pintar dalam memanfaatkan vasilitas yang memadahi, agar siswa akan tertarik untuk belaja kimia, karena belajar kimia sangat-sangatlah menyenangkan.
Minimnya penggunaan media pembelajaran seperti media berbasis flash dalam proses belajar mengajar yang digunakan oleh pendidik atau guru, dikarenakan metode yang digunakan oleh guru mayoritas selama ini bersifat monoton dan kurang bervariasi dalam hal penggunaan media pembelajaran macromedia flash ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif. Ini dikarenakan media pembelajaran yang selama ini digunakan berupa buku dan media pembelajaran menggunakan power point masih belum menunjang prestasi siswa. Media pembelajaran menggunakan macromedia flash ini di harapkan mampu mengaitkan daya tarik siswa dalam mengikuti pelajaran. Seperti yang sudah saya jabarkan diatas bahwa mata pelajaran kimia adalah mata pelajaran yang bersifat abstrak, maka dari itu diperlukan suatu media untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Salah satunya media yang dapat digunakan adalah animasi macromedia flash dibuat dengan komputer dan ditayangkan menggunakan LCD. Proses media pembelajaran dengan menggunakan macromedia flash sama halnya dengan penyampaian pembelajaran biasanya, namun dengan media pembelajaran ini penyampaian pembelajaran akan lebih mudah. Sehingga siswa akan tertarik untuk belajar.



Terima Kasih kepada Bapak Nopriawan Berkat Asi. Atas ilmu yang telah diberikan, bapak adalah seorang motivator bagi mahasiswa. Semoga ilmu yang kami dapatkan, dapat kami terapkan dalam keseharian.